Tampilkan postingan dengan label TELKOM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TELKOM. Tampilkan semua postingan

Kumpulan Kode Command Prompt A-Z Lengkap




A
Ø ADDUSERS : Tambah daftar pengguna untuk / dari file CSV
Ø ARP : Address Resolution Protocol
Ø Assoc : Ubah ekstensi file asosiasi
Ø ASSOCIAT : Salah satu langkah asosiasi file
Ø Attrib : Ubah atribut berkas
B
Ø Bootcfg : Edit Windows boot settings
Ø BROWSTAT : Dapatkan domain, info browser dan PDC
C
Ø CACLS : Ubah file permissions
Ø CALL : Panggil satu program batch yang lain
Ø CD : Mengganti Directory – pindah ke Folder tertentu
Ø Change : Ganti Terminal Server Session properties
Ø CHKDSK : Check Disk – memeriksa dan memperbaiki masalah disk
Ø CHKNTFS : Periksa sistem file NTFS
Ø CHOICE : Menerima input keyboard ke sebuah file batch
Ø CIPHER : Encrypt atau Decrypt file / folder
Ø CleanMgr : Ototmatis membersihkan Temperatur file, recycle bin
Ø CLEARMEM : Hapus kebocoran memori
Ø CLIP : Salin STDIN ke Windows clipboard.
Ø CLS : Menghapus layar (Clear The Screen)
Ø CLUSTER : Windows Clustering
Ø CMD : Start a new CMD shell
Ø COLOR : Mengubah warna dari jendela CMD
Ø COMP : Membandingkan isi dari dua file atau set file
Ø COMPACT : Compress file atau folder pada partisi NTFS
Ø Compress : Compress tunggal file pada partisi NTFS
Ø CON2PRT : Menghubungkan atau memutuskan sambungan dengan Printer
Ø CONVERT : Konversi FAT ke drive NTFS
Ø COPY : Menyalin satu atau lebih file ke lokasi lain
Ø CSCcmd : clien-side caching (Offline Files)
Ø CSVDE : Impor atau Ekspor Active Directory data
D
Ø DATE : Display atau mengatur tanggal
Ø Defrag : Defragment hard drive
Ø DEL : Menghapus satu atau lebih file
Ø DELPROF : Hapus profil pengguna NT
Ø DELTREE : Menghapus folder dan semua subfolder
Ø DevCon : Device Manager Command Line Utility
Ø DIR : Menampilkan daftar file dan folder
Ø DIRUSE : Tampilkan penggunaan disk
Ø DISKCOMP : Bandingkan isi dua floppy disk
Ø Diskcopy : Salin isi dari satu disket ke yang lain
Ø DISKPART : Disk Administrasi
Ø DNSSTAT : DNS Statistik
Ø DOSKEY : Edit baris perintah, ingat perintah, dan membuat macro
Ø DSADD : Tambah User (komputer, group ..) ke direktori aktif
Ø DSQUERY : Daftar item dalam direktori aktif
Ø DSMOD : Ubah user (computer, group ..) di direktori aktif
Ø DSRM : Hapus item dari Active Directory
E
Ø ECHO : Menampilkan pesan di layar
Ø ENDLOCAL : Akhir localisation perubahan lingkungan dalam file batch
Ø ERASE : Menghapus satu atau lebih file
Ø EVENTCREATE : Tambahkan pesan ke Windows event log
Ø EXIT : Keluar dari skrip arus / rutin dan menetapkan errorlevel
Ø EXPAND : uncompress file
Ø Ekstrak : uncompress file CAB
F
Ø FC : Bandingkan dua file
Ø FIND : Mencari string teks dalam sebuah file
Ø FINDSTR : Cari string dalam file
Ø FOR / F : pengulangan perintah terhadap satu set file
Ø FOR / F : pengulangan perintah terhadap hasil perintah lain
Ø FOR : pengulangan perintah terhadap semua options Files, Directory, List
Ø FORFILES : Proses Batch beberapa file
Ø FORMAT : Format disk
Ø FREEDISK : Periksa free disk space/disk yang tersisa (dalam bytes)
Ø FSUTIL : File dan Volume utilitas
Ø FTP : File Transfer Protocol
Ø FTYPE : Tampilkan atau memodifikasi jenis file yang digunakan dalam asosiasi ekstensi file
G
Ø GLOBAL : Display keanggotaan kelompok global
Ø GOTO : Direct a batch program untuk melompat ke baris berlabel
Ø GPUPDATE : Update pengaturan Kebijakan Grup
H
Ø HELP : Online Help
I
Ø ICACLS : Ubah file dan folder permissions
Ø IF : kondisional melakukan perintah
Ø IFMEMBER : Apakah pengguna saat ini dalam sebuah NT Workgroup
Ø IPCONFIG : Configure IP
K
Ø KILL : Remove program dari memori
Ø LABEL : Edit disk label
Ø LOCAL : Display keanggotaan kelompok-kelompok lokal
Ø LOGEVENT : Menulis teks ke NT event viewer
Ø Logoff : user log off
Ø LOGTIME : log tanggal dan waktu dalam file
M
Ø MAPISEND : Kirim email dari baris perintah
Ø MBSAcli : Baseline Security Analyzer
Ø MEM : Display penggunaan memori
Ø MD : Buat folder baru
Ø MKLINK : Buat link simbolik (linkd)
Ø MODE : Mengkonfigurasi perangkat sistem
Ø MORE : Display output, satu layar pada satu waktu
Ø MOUNTVOL : mengelola volume mount point
Ø MOVE : Pindahkan file dari satu folder ke yang lain
Ø MOVEUSER : Pindahkan pengguna dari satu domain ke domain lainnya
Ø MSG : mengirim pesan atau message
Ø MSIEXEC : Microsoft Windows Installer
Ø MSINFO : Windows NT diagnostics
Ø MSTSC : Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol)
Ø MUNGE : Cari dan Ganti teks dalam file (s)
Ø MV : Copy in-menggunakan file
N
Ø NET : Kelola sumber daya jaringan
Ø NETDOM : Domain Manager
Ø Netsh : Configure Network Interfaces, Windows Firewall & Remote akses
Ø NETSVC : Command-line Service Controller
Ø NBTSTAT : Tampilkan statistik jaringan (NetBIOS over TCP / IP)
Ø NETSTAT : Display networking statistics (TCP / IP)
Ø NOW : Tampilan saat ini Tanggal dan Waktu
Ø NSLOOKUP : Nama server lookup
Ø NTBACKUP : Backup folder ke tape
Ø NTRIGHTS : Edit hak user account
P
Ø PATH : Menampilkan atau menetapkan path pencarian untuk file executable
Ø PATHPING : jejak jalur jaringan ditambah paket latensi dan kerugian
Ø PAUSE : memenjarakan(suspend) pengolahan file batch dan menampilkan pesan
Ø perms : Tampilkan izin untuk pengguna
Ø PERFMON : Kinerja Monitor
Ø PING : Menguji koneksi jaringan
Ø POPD : Mengembalikan nilai sebelumnya dari direktori sekarang yang disimpan oleh PUSHD
Ø PORTQRY : Tampilan status ports dan services
Ø Powercfg : Mengkonfigurasi pengaturan daya
Ø PRINT : Mencetak file teks
Ø PRNCNFG : Display, mengkonfigurasi atau mengubah nama printer
Ø PRNMNGR : Tambah, menghapus, daftar printer menetapkan printer default
Ø PROMPT : Mengubah command prompt
Ø PsExec : Proses Execute jarak jauh
Ø PsFile : menampilkan file dibuka dari jarak jauh (remote)
Ø PsGetSid : Menampilkan SID sebuah komputer atau pengguna
Ø PsInfo : Daftar informasi tentang sistem
Ø PsKill : proses mematikan berdasarkan nama atau ID proses
Ø PsList : Daftar informasi rinci tentang proses-proses
Ø PsLoggedOn : siapa saja yang log on (lokal atau melalui resource sharing)
Ø PsLogList : catatan kejadian log
Ø PsPasswd : Ubah sandi account
Ø PsService : Melihat dan mengatur layanan
Ø PsShutdown : Shutdown atau reboot komputer
Ø PsSuspend : proses Suspend
Ø PUSHD : Simpan dan kemudian mengubah direktori sekarang
Q
Ø QGREP : Cari file(s) untuk baris yang cocok dengan pola tertentu
R
Ø RASDIAL : Mengelola koneksi RAS
Ø RASPHONE : Mengelola koneksi RAS
Ø Recover : perbaikan file yang rusak dari disk yang rusak
Ø REG : Registry = Read, Set, Export, Hapus kunci dan nilai-nilai
Ø REGEDIT : Impor atau ekspor pengaturan registry
Ø Regsvr32 : Register atau unregister sebuah DLL
Ø REGINI : Ubah Registry Permissions
Ø REM : Record comments (komentar) di sebuah file batch
Ø REN : Mengubah nama file atau file
Ø REPLACE : Ganti atau memperbarui satu file dengan yang lain
Ø RD : Hapus folder (s)
Ø RMTSHARE : Share folder atau printer
Ø Robocopy : Copy File dan Folder secara sempurna
Ø RUTE : Memanipulasi tabel routing jaringan
Ø RUNAS : Jalankan program di bawah account pengguna yang berbeda
Ø RUNDLL32 : Jalankan perintah DLL (add / remove print connections)
S
Ø SC : Control Layanan
Ø SCHTASKS : Jadwal perintah untuk dijalankan pada waktu tertentu
Ø SCLIST : Tampilkan Layanan NT
Ø SET : Display, set, atau menghapus variabel environment
Ø SETLOCAL : Pengendalian environment visibilitas variabel
Ø SETX : Set variabel environment secara permanen
Ø SFC : Pemeriksa Berkas Sistem
Ø SHARE : Daftar atau mengedit file share atau share print
Ø SHIFT : Shift posisi digantikan parameter dalam sebuah file batch
Ø SHORTCUT : jendela Buat shortcut (. LNK file)
Ø SHOWGRPS : Daftar NT Workgroups seorang pengguna telah bergabung
Ø SHOWMBRS : Daftar Pengguna yang menjadi anggota dari sebuah Workgroup
Ø SHUTDOWN : Shutdown komputer
Ø SLEEP : Tunggu untuk x detik
Ø SLMGR : Software Licensing Management (Vista/2008)
Ø SOON : Jadwal perintah untuk menjalankan dalam waktu dekat
Ø SORT : Sort input
Ø START : memulai sebuah program atau perintah dalam jendela terpisah
Ø SU : Switch User
Ø SUBINACL : Edit file dan folder Permissions, Kepemilikan dan Domain
Ø SUBST : Associate jalan dengan huruf drive
Ø Systeminfo : Daftar konfigurasi sistem
T
Ø TASKLIST : Daftar menjalankan aplikasi dan services
Ø TASKKILL : Hapus proses yang berjalan dari memori
Ø TIME : Menampilkan atau mengatur waktu sistem
Ø TIMEOUT : penundaan pemrosesan dari sebuah batch file
Ø TITLE : Mengatur judul window untuk sesi cmd.exe
Ø TLIST : daftar tugas dengan path lengkap
Ø TOUCH : mengganti file timestamps
Ø Tracert : Trace route ke sebuah remote host
Ø TREE : tampilan grafis struktur folder
Ø TYPE : Menampilkan isi dari file teks
U
Ø USRSTAT : Daftar domain nama pengguna dan terakhir login
V
Ø VER : Tampilkan versi informasi
Ø VERIFY : Pastikan bahwa file sudah disimpan
Ø VOL : Menampilkan sebuah label disk
W
Ø WHERE : Menempatkan dan menampilkan file dalam sebuah pohon direktori
Ø wHOAMI : Output UserName saat ini dan manajemen domain
Ø WINDIFF : Bandingkan isi dua file atau set file
Ø WINMSD : Sistem Windows diagnostik
Ø WINMSDP : Sistem Windows diagnostik II
Ø WMIC : Perintah WMI
X
Ø XCACLS : Ubah file dan folder permissions
Ø XCOPY : Menyalin file dan folder
SORRY REUPLOAD
Tentang PCM

Tentang PCM

PCM adalah singkatan dari Pulse Code Modulation. PCM 30 dapat diartikan sebagai sejenis teknologi digital yang dapat menggandakan dari satu jalur fisik dapat disalurkan 30 percakapan sekaligus tanpa mengganggu satu sama lain (interferensi).
PCM adalah suatu teknik multiplexing yang menggunakan sistem TDM (Time Division Multiplexing). Secara garis besar PCM 30 terdiri dari: Sampling dan Holding, Kuantisasi,Encoding, dan Multiplexing.
Tujuan dari Sampling and Hold adalah mencuplik secara berkala sinyal informasi yang berupa gelombang analog. Kemudian dikonversikan menjadi sinyal dengan amplitudo yang rata agar bisa diubah menjadi kode-kode digital oleh rangkaian ADC (Analog to Digital Converter).
Kuantisasi adalah suatu konversi dari harga analog ke level-level tertentu yang mendekati. Metode kuantisasi dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Contoh ini menggunakan 3 bit yang berarti ada 2^3 = 8 level. Sedangkan pada PCM 30 sebenarnya menggunakan teknologi 8 bit.
Pada contoh diperoleh 8 level yaitu level m0, m1, m2, sampai m7.
Encoding merupakan tahap pengkodean. pada contoh ini menggunakan 3bit berarti ada 3 deret kode biner untuk tiap level yang telah dikuantisasi.
Amplitudo pada level m0 , menjadi kode biner 000
Amplitudo pada level m1 , menjadi kode biner 001
Amplitudo pada level m2 , menjadi kode biner 010
Amplitudo pada level m3 , menjadi kode biner 011
Amplitudo pada level m4 , menjadi kode biner 100
Amplitudo pada level m5 , menjadi kode biner 101
Amplitudo pada level m6 , menjadi kode biner 110
Amplitudo pada level m7 , menjadi kode biner 111
PCM 30 yang menggunakan sistem TDM ini, dibagi menjadi 32 timeslot yang ditempati oleh 30 kanal, satu kanal sinkronisasi, dan satu untuk signaling. Sinkronisasi dan signaling masing-masing menempati timeslot ke-0 dan ke 16. Kanal pertama sampai ke 15 menempati timeslot 1 sampai 15. kanal ke 16 sampai 30 menempati timeslot ke-17 sampai 30. Sinkronisasi dan signaling berfungsi agar sinyal informasi yang diterima dapat diterima secara berurutan.
*Menghitung sampling rate, bit rate, dan bit error rate pada PCM 30.
Jumlah sampling rate minimal adalah 2 kali frekuensi maksimum.
Pada PCM 30 frekuensi maksimumnya adalah 4kHz atau 4000 Hz. Maka jumlah sampling rate = 2×4000 = 8000 sample/detik.
PCM 30 menggunakan 8bit. Oleh karena itu tiap sample dikodekan menjadi 8 bit.
Bit Rate = 8 x 8000 = 64000 bit/detik = 64kbps.
Bit Rate total = 64 kbps x 32 = 2048 kbps. Dikalikan 32 karena pada PCM 30 terdapat 32 time slot.
Bit Error Rate (BER) adalah rasio bit yang error terhadap jumlah keseluruhan bit.
BER= Bit Error/ Jumlah Bit.
Misal data dikirim selama 2 detik dan jumlah bit yang eror adalah 1 bit. Maka jumlah keseluruhan bit = 2s x 2048kbps = 4096kb. Jadi BER = 1/4096k.


Perbedaan antara FDM, TDM, WDM dan CDM

Perbedaan antara FDM, TDM, WDM dan CDM


1.      Frequency Division Multiplexing (FDM)
FDM adalah teknik menggabungkan banyak saluran input menjadi sebuah saluran output berdasarkan frekuensi. Jadi total bandwith dari keseluruhan saluran dibagi menjadi sub-sub saluran oleh frekuensi. Prinsip dari FDM adalah pembagian bandwidth saluran transmisi atas sejumlah kanal (dengan lebar pita frekuensi yang sama atau berbeda) dimana masing-masing kanal dialokasikan ke pasangan entitas yang berkomunikasi.

Contoh Penggunaan FDM
Contoh dari penggunaan FDM ada pada jaringan telepon analog dan jaringan satelit analog. Selain itu ide dasar FDM digunakan dalam teknologi saluran pelanggan digital yang dikenal dengan modem ADSL (Asymetric Digital Subcriber Loop ).
Kelebihan & Kekurangan FDM

Kelebihan:
FDM tidak sensitif terhadap perambatan /perkembangan keterlambatan. Tehnik persamaan saluran (channel equalization) yang diperlukan untuk sistem FDM tidak sekompleks seperti yang digunakan pada sistem TDM.

Kekurangan:
Adanya kebutuhan untuk memfilter bandpass, yang harganya relatif mahal dan rumit untuk dibangun (penggunaan filter tersebut biasanya digunakan dalam transmitter dan receiver).
Penguat tenaga (power amplifier) di transmitter yang digunakan memiliki karakteristik nonlinear (penguat linear lebih komplek untuk dibuat), dan amplifikasi nonlinear mengarah kepada pembuatan komponen spektral out-of-band yang dapat mengganggu saluran FDM yang lain.


2.      Time Division Multiplexing (TDM)
TDM yaitu Terminal/channel pemakaian bersama-sama kabel yang cepat dengan setiap channel membutuhkan waktu tertentu secara bergiliran (round-robin time-slicing). TDM menerapkan prinsip penggiliran waktu pemakaian saluran transmisi dengan mengalokasikan satu slot waktu (time slot) bagi setiap pemakai saluran (user). Artinya bandwidth yang ada dipisahkan menjadi channel-channel kecil (baseband) berdasarkan waktunya.
Salah satu permasalahan utama dari TDM ini adalah bandwidth yang dialokasikan ke sejumlah koneksi hanya dialokasikan ke koneksi tersebut, baik yang sedang digunakan maupun tidak. Jadi kita tetap membayar untuk kapasitas yang tidak digunakan, hal ini mengakibatkan TDM cukup mahal.

 TDM dibagi menjadi 2, yaitu:

1.      Sysnchronous Time Division Multiplexing (STDM)
Hubungan antara sisi pengirim dan sisi penerima dalam komunikasi data yang menerapkan teknik Synchronous TDM.

2.      Asynchronous Time Division Multiplexing (ATDM)
Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya slot waktu yang kosong akibat tidak adanya data (atau tidak aktif-nya pengguna) pada saat sampling setiap input line, maka pada Asynchronous TDM proses sampling hanya dilakukan untuk input line yang aktif saja.
Disebut synchronous karena time slot-nya di alokasikan ke sumber-sumber tertentu dimana time slot untuk tiap sumber ditransmisikan.
Pada ATDM, memanfaatkan fakta bahwa tidak semua terminal mengirim data setiap saat. Fungsi utama dari ATDM adalah untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya channel yang kosong akibat tidak adanya data ( atau tidak aktif-nya pengguna). Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya menambahkan informasi kepemilikan data pada setiap slot waktu berupa identitas pengguna atau identitas input line yang bersangkutan.

Keuntungan system TDM :
System TDM tidak memerlukan filter-filter yang mahal,dan jumlah filter yang digunakan lebih sedikit. Karena itu harga peralatan terminal system ini lebih murah.
Kabel yang mempunyai spesifikasi rendah, misalnya kabel yang digunakan untuk frekuensi pembicara (VF) masih dapat digunakan untuk sistem TDM, karena regeneratife repeating dapat menghilangkan pengaruh buruk dari noise, kecacatan dan crasstalk.
Perubahan level (level fluctuation) kanal hanya dipengaruhi oleh karakteristik peralatan terminal itu sendiri dan tidak tergantung sama sekali dari perubahan saluran. Oleh karena itu net-loss circuit yang diberikan oleh sistem ini rendah
Kekurangan system TDM :
Pemborosan bandwidth
User telah memiliki slot waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
Multipath distortion.

3.      Wavelength Division Multiplexing (WDM).

Teknik multiplexing ini digunakan pada transmisi data melalui serat  optik (optical fiber) dimana sinyal yang ditransmisikan berupa sinar. Pada WDM prinsip yang diterapkan mirip seperti pada FDM, hanya dengan cara pembedaan panjang gelombang (wavelength) sinar. Sejumlah berkas sinar dengan panjang gelombang berbeda ditransmisikan secara simultan melalui serat optik yang sama (dari jenis Multi mode optical fiber).
Dalam teknologi komunikasi fiber optik, WDM adalah teknologi yang me- multiplex banyak sinyal pembawa optik di satu saluran fiber optik dengan menggunakan  panjang  gelombang (warna) dari cahaya laser untuk membawa sinyal yang berbeda, sedangkan di FDM digunakan di pembawa radio. Penggunaan teknologi WDM menawarkan kemudahan dalam hal peningkatan kapasitas transmisi dalam suatu sistem komunikasi serat optik, khususnya kabel laut. Hal ini dimungkinkan karena setiap sumber data memiliki    sumber    optiknya    masing-masing, yang kemudian digandengkan ke dalam sebuah serat optic, meski demikian, besarnya daya untuk masing-masing sumber optik mesti dibatasi karena serat optik yang dipergunakan akan mengalami ke-nonliniearan apabila jumlah total daya dari sumber-sumber optik tersebut melebihi suatu ambang nilai, yang besarnya tergantung pada jenis kenonliniearannya.

Contoh  dari penerapan WDM ini adalah pada penggunaan kabel laut serat optic.

Multiplexer Penskalaran
Multiplexer pensaklaran memungkinkan sebuah terminal untuk mengakses lebih dari satu komputer. Multiplexer pensaklaran mengirimkan datanya sebagai karakter-karakter yang terpisah dan tidak ada alamat yang ditambahkan, sehingga, biasanya, digunakan kanal pengisyaratan terpisah untuk menganalisasi sambungan.

Multiplexer Statistik
Sistem TDM konvensional mengalokasikan slot-slot waktu pada sirkit pembawa berkecepatan tinggi ke setiap kanal masukkan. Penggunaan jalur tidak efisien jika satu atau lebih kanal hanya dibebani secara tidak kontinu. Persoalan ini dapat diatasi dengan penggunaan multiplexer statistik (STDM). Operasi STDM di dasarkan pada prinsip bahwa pada sembarangan slot waktu akan ada beberapa terminal yang tidak mengirimkan datanya.

WDM sistem dibagi menjadi 2 segment, dense and coarse WDM. Sistems dengan lebih dari 8 panjang gelombang aktif perfibre dikenal sebagai Dense WDM (DWDM), sedangkan untuk panjang gelombang aktif diklasifikasikan sebagai Coarse WDM (CWDM). Teknologi CWDM dan DWDM didasarkan pada konsep yang sama yaitu menggunakan beberapa panjang gelombang cahaya pada sebuah serat optik, tetapi kedua teknologi tersebut berbeda pada spacing of the wavelengths, jumlah kanal, dan kemampuan untuk memperkuat sinyal pada medium optik.
Keuntungan WDM adalah :
Kapasitas  pengiriman  data  yang  lebih besar
Transmisi data melalui serat optik dapat berjalan dengan kecepatan 2,5 sampai 10 Gbits   /   sec   lebih   cepat   dari   media transmisi lainnya.

Kerugian WDM adalah :

Membutuhkan biaya yang mahal untuk pemasangan dan perawatannya.


4.      Code Division Multiplexing (CDM)

Code Division Multiplexing (CDM) dirancang untuk menanggulangi kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh teknik multiplexing sebelumnya, yakni TDM dan FDM.. Contoh aplikasinya pada saat ini adalah jaringan komunikasi seluler CDMA (Flexi) Prinsip kerja dari CDM adalah sebagai berikut :

Kepada setiap entitas pengguna diberikan suatu kode unik (dengan panjang 64 bit) yang Disebutchip spreading code.
Untuk pengiriman bit ‘1’, digunakan representasi kode (chip spreading code) tersebut.
Sedangkan untuk pengiriman bit ‘0’, yang digunakan adalah inverse dari kode tersebut.
Pada saluran transmisi, kode-kode unik yang dikirim oleh sejumlah pengguna akan ditransmisikan dalam bentuk hasil penjumlahan (sum) dari kode-kode tersebut.
Di sisi penerima, sinyal hasil penjumlahan kode-kode tersebut akan dikalikan dengan kode unik dari si pengirim (chip spreading code) untuk diinterpretasikan.
selanjutnya :
- jika Jumlahhasil perkalian mendekati nilai +64 berarti bit ‘1’,
- jika jumlahnya mendekati –64 dinyatakan sebagai bit ‘0’.

Code Division Multiplexing (CDM) dirancang untuk menanggulangi kelemahan – kelemahan yang dimiliki oleh teknik multiplexing sebelumnya, yakni TDM dan FDM.



Synchronous time-division multiplexing bisa dipergunakan bersama-sama dengan sinyal digital atau sinyal-sinyal analog yang membawa data digital. Pada bentuk multiplexing yang seperti ini, data dari berbagai sumber dibawa dalam frame secara berulang-ulang. Setiap frame terdiri dari susunan jatah waktu, dan setiap sumber ditetapkan bahwa setiap framenya terdiri dari satu atau lebih jatah waktu. Efeknya akan tampak pada bit interleave dari data pada berbagai sumber.


Statistical time-division multiplexing menyediakan layanan yang lebih efisien dibanding synchronous TDM sebagai pendukung terminal. Dengan statistical TDM, jatah waktu tidak ditetapkan terlebih dahulu untuk sumber-sumber data tertentu. Melainkan, data pengguna ditahan dan ditransmisikan secepat mungkin menggunakan jatah waktu yang tersedia.

Proses Dialing

1. Posisi Off Hook


2. Menanti nada pilih
 
Pada proses ini akan terdengar nada-nada tombol yang kita tekan di telepon

3.Mendengarkan
Pada proses ini, kita medengarkan apakah nomor yg dituju memang on atau aktif

4.Mendial nomor tujuan



5. Mendengar nada sibuk atau dering, misal kita mendengar nada sibuk akan ada suara dari operator bahwa nomor yang kita tuju sedang sibuk.


6. Menunggu On Hook atau telephone diangkat, bisa saja telephone On Hook atau Off Hook
-48 DC voltage
DC open circuit
no current flow


7. Diangkat 


8. Percakapan 



9. Salah satu menutup telephone






Komponen Pesawat Telepon




  1. Ringer, Semacam gulungan seperti inductor, dipasang seri dengan capasitor. Dengan capasitor voltage AC dapat dipakai buat dan juga sekalian memblok 48V dengan arus DC. Voltage buat membunyikan bell di supply dari central office dalam bentuk sinus. Ngirimnya Selama 1 detik kemudian selang 3 detik, trus ngirim voltage lagi Selma 1 detik. Itu standard amerika. Untuk standard Inggris beda lagi. . . cari tahu aja sendiri.
  2. Transmitter, Bagian transmitter telepon adalah microphone. Dalemnya mikropone tuh ada semacam membrannya yang kalo kita ngomong, akan menekan membran tersebut dan memadatkan karbon sehingga terciptalah variasi resistan saat kita bicara. Perubahan resistansi berpengaruh sama arus. Nah itu kalo kita ngomong, , gimana kalo kita menghirupnya?? Membran ketarik dan resistansi mengecil. Sehingga hasil dari signal suaranya semacam signal AC yang kira-kira 1 samapai 2 Vrms.
  3. Reciever, Gampangannya penerjemah arus yang dikirim oleh transmitter.
  4. Hybrid, Hybrid adalah semacam transformator. Pada prakteknya Gulungan Hybrid dibuat agar signal suara yang kecil dapat didengar pada transmitter.
  5. Automatic Level Adjusment, Bagian ini menggunakan vasistor, gunanya untuk menyamakan besar gelombang dari satu telepon ke telp yang lain (kayaknya). Cara kerja vasistor, resistansi menurun saat menerima tegangan yang meningkat, dan resistansi meningkat saat tegangan menurun.
  6. Tone Dialing, TouchTone saat ini menggunakan system yang bernama DTMF (Dual Tone Multi Frequency). Menggunakan 2 kombinasi frekuensi dan menghasilkan frekuensi yang menghasilkan suara unik yang nantinya mudah dikenali sehingga mudah di encoding, biasanya toleransinya 1.5%. Misal kita pencet angka * maka yang dikombinasikan adalah frekuensi kolom pertama (1209 Hz) dan baris keempat (941 Hz).
  7. Sistem Dialing (pulse dialing, tone dialing)
  8. Pulse, Misal kita mendial nomor 8 pada pulse telepon, hook switch akanmembuka dan menutup sebanyak 8 kali. Jadi seperti grafik dibawah ini jika kita menekan 3, 7, 4, 5
Teori Repeater Berantai RTRW Net

Teori Repeater Berantai RTRW Net

Salam untuk Komunitas RTRW Net..


Saya hanya ingin berbagi pengalaman dan teori tentang bagaimana mengembangkan jaringan RTRW Net untuk mempercepat penetrasi Internet di lingkukan kita masing-masing
Sesuai judul "Teori Repeater Berantai" adalah sebuah ide supaya jaringan RTRW Net berkembang menjadi "Kelurahan Net", atau bahkan "Kecamatan Net" 
asal jangan "nDesa Net", agak kampungan soalnya
Caranya adalah dengan memanfaatkan masing-masing dari client kita menjadi Repeater.
Berikut pasal-pasalnya:
1. Jika ada client yang menggunakan PC, sarankan client tersebut menggunakan AP untuk menerima sinyal wifi, kemudian set sebagai repeater, dan jika mau curang sedikit, pasang kabel power listriknya sedemikian rupa sehingga sulit untuk dimatikan, di tambah supaya client tersebut jangan pernah mematikan AP, bilang kepadanya juga kalo sering dimatikan alatnya bisa rusak, dan bilang juga makan listriknya hanya kecil kurang lebih 5-10 watt (mengenai watt ini beneran)
2. jika mau fair, terus terang bilang ke client pemilik repater, bahwa alat yang di pasang ini digunakan juga sebagai repater, jadi jangan pernah dimatikan, dan sebagai kompensasi, berikan potongan harga langganan hotspotnya. mengenai potongan harga ini bisa fix atau tergantung jumlah client yang ikut di repeater tersebut, misalnya 10rb per client yang ikut repeater tersebut. 
3. pasal 1 & 2 juga berlaku untuk client dengan laptop, tapi client ini dapet sinyalnya hanya di teras atau atas genteng, sarankan client ini untuk menggunakan repeater.
4. untuk pengadaan perangkat suruh pelanggan ini kasih deposit/uang titipan seharga perangkat, minimal langganan harus 6 bulan, jika kurang 6 bulan keluar dari pelanggan, uang deposit dikembalikan tapi tidak penuh, karena alasan kita sudah membelikan alat tersebut dan kita beli sebagai barang bekas. uang deposit adalah sebagai jaminan karena kita menitipkan perangkat, jika perangkat hilang atau dirusakkan, deposit tidak dikembalikan.
6. sebelum menawarkan system deposit, sarankan dulu client ini untuk membeli semua perangkat yang dibutuhkan, tapi kalo keberatan baru tawarkan cara deposit
5. untuk membuka daerah baru di kampung sebelah, beranikan untuk kasih 1 langganan gratis untuk rumah paling strategis terpilih yang di tumpangi repeater, pengadaan perangkat dari kita sendiri. harus berani tambah modal, tapi tergantung nego juga.
6. set node repeater yang bekedudukan sebagai backbone repeater dengan mode WDS, WDS mode paling baik koneksinya untuk repeater, tapi akan menurunkan performa network secara keseluruhan.
7. set node repeater yang berkedudukan hanya sebagai end user atau hanya sedikit client dengan mode universal repeater atau repeater tanpa WDS.
8. untuk backbone, gunakan AP yang berkualitas, saran saya gunakan minimal sekelas linksys wrt54gl, supaya koneksi antar node lancar, ping juga lancar. dan semua menggunakan antena omnidirectional outdoor
9. supaya kelangsungan bisnis lancar, usahakan (setengah memaksa) semua client berlangganan secara bulanan, ini untuk mempermudah perhitungan kebutuhan bandwidth dengan jumlah pelanggan. gak usah main voucer2-an, disamping ribet, kebutuhan bandwidth tidak bisa di prediksi.
10. gunakan client bandwidth limiter dan user management yang paling sesuai (saran pake mikrotik)
11. antisipasi serangan virus jaringan dari setiap komputer pelanggan dengan install patch yang up-to-date, contohnya virus yang paling memusingkan jaringan rtrw net adalah virus Kido/Conficker/Downadup, patch dengan KB958644 untuk Windows
12. pasang firewall jika diperlukan
13. gunakan cached proxy server jika kebutuhan bandwidth terasa kurang. penggunaan proxy server dengan cache bisa menghemat bandwidth sampai sekitar 25%
14. jika anda punya kesulitan untuk setting perangkat, mikrotik/proxy misalnya, serahkan pada ahlinya, daripada nanti punya anggapan bahwa bisnis rtrw net ini sulit karena mentok sana sini

itu adalah 14 pasal dari saya, yang mau tambahkan silakan...

Misalnya:
Jika anda mempunyai 2 node ke utara 2 node ke selatan, atau masing-masing 2 node ke timur dan ke barat, dan masing masing node antar backbone repeater berjarak 2km, anda akan mempunyai jaringan dengan radius 10km (kira-kira radius 10km ini seukuran apa ya? kelurahan ato kecamatan?) dan kalo misalnya masing-masing 3 node... radiusnya itung sendiri ajah...

Perhitungan jarak ini dengan asumsi jika semua repeater menggunakan antena special dari RNet. Pake antena yang lain juga boleh tapi mungkin jatuhnya lebih mahal


NB: dari forum rtrw.net
Memisahkan Traffic Game Online dan Browsing

Memisahkan Traffic Game Online dan Browsing

Semakin hari kebutuhan akan manajemen jaringan semakin beragam. Hal ini tidak lepas dari semakin beragam nya pula layanan internet yang ada. Dari mulai portal berita, forum, sosial media serta game online yang saat ini banyak digemari pengguna internet.

Sebagai penyedia layanan akses internet, tentu kita ingin memberikan layanan terbaik sehingga semua kebutuhan pengguna internet dapat diakomodasi dan dapat menjalankan aktifitas browsing, chating maupun bermain game online dengan nyaman.
Problem yang biasa terjadi adalah ketika 2 atau lebih akses yang berbeda, seperti browsing dan game online terjadi pada satu jaringan yang sama, antara keduanya dapat saling menganggu. 
Misalnya, pada warnet atau wargame (warnet dan game online) ketika banyak yang bermain game online, traffic browsing akan terganggu. Atau bisa juga terjadi sebaliknya. Yang dimaksud game online disini adalah game yang sudah terinstall di PC, kemudian dimainkan secara online, bukan game yang disediakan oleh website-website tertentu.
Pada artikel ini, akan diulas bagaimana cara memisahkan dan melakukan manajemen yang berbeda untuk traffic browsing dan game online.
Mangle
Traffic browsing dan game online dapat dibedakan berdasarkan protocol dan port yang digunakan. Fitur yang dapat digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah mangle, dimana mangle dapat digunakan untuk menandai (marking) paket data berdasarkan port, protocol, src dan dst address, serta paramater lain yang dibutuhkan.
Untuk kasus ini, berarti kita harus mengetahui protocol dan port berapa yang digunakan oleh game online untuk menjalankan fungsi nya. Ada 2 cara untuk mendapatkan informasi tersebut. 
Pertama, dengan melakukan Torch pada saat client menjalankan game tersebut. Sehingga akan didapat port dan protocol yang digunakan.
 
Disamping itu, kita bisa mencari referensi lain dari internet, dimana sudah banyak yang berhasil mengetahui port dan protocol yang digunakan oleh setiap game online yang ada. Tentu setiap game menggunakan port dan protocol yang berbeda. 
Jika dilihat sebenarnya tipe traffic yang akan di-manage bisa digolongkan menjadi 2 tipe saja, yaitu traffic game online dan traffic selain game online (browsing,chating,dsb). Maka kita bisa membuat mangle untuk game online terlebih dahulu, baru setelahnya buat untuk selain game online berdasarkan port dan protocol yang sudah di dapat sebelumnya. 
Mangle Game Online
Untuk pembuatan mangle game, karena cukup banyak game-game yang akan di-mangle, akan lebih mudah jika dibuat mark-connection semua game terlebih dahulu dengan marking yang sama.
Langkah di atas merupakan salah satu contoh melakukan mar-connection dengan game yang menggunakan protocol tcp port 36567,8001 . Untuk game lakukan dengan langkah yang sama, sesuaikan protocol dan port yang digunakan. 
Setelah langkah mark-connection selesai, barulah dibuat mark-packet berdasar mark-connection=Koneksi-Game yang sebelumnya telah dibuat 

Mangle Selain Game Online
Pada langkah sebelumnya telah dibuat mangle untuk game. Selanjutnya tinggal dibuat mangle untuk traffic selain game online. Di dalam nya bisa terdapat traffic browsing,chating,dsb.
Sama dengan langkah marking pada traffic game, buat mark-packet setelah langkah mark-connection selesai.
Hasil akhir dari konfigurasi mangle seperti berikut
 

Manajemen bandwidth
Pada artikel ini akan digunakan Queue tree untuk melakukan manajemen bandwidth berdasarkan mangle mark-packet yang sudah dibuat sebelumnya. Sebagai asumsi, bandwidth total yang dimiliki dedicated 1Mbps
Langkah pertama, definisikan terlebih dahulu total bandwidth yang ada, baik untuk upload maupun download.

Selanjutnya, buat queue untuk traffic browsing dan game berdasarkan mark-packet yang sudah dibuat sebelumnya. Pada contoh ini menggunakan model HTB dengan bandwidth minimal (limit-at)=512k dan max-limit=1Mbps.
Lakukan juga untuk traffic browsing upload dan game upload 

Test
Dengan menggunakan model HTB, antar traffic browsing dengan game sudah memiliki bandwidth garansi masing-masing, sehingga jika keduanya berjalan bersamaan tidak akan saling mengganggu.
 
sumber: mikrotik.co.id
Spektrum Frekuensi Radio

Spektrum Frekuensi Radio


Baik kita bahas tentang Frekuensi Radio...

Dengan berbagai macam frekuensi, udara yang kita hirup bukan hanya untuk bernafas saja. tetapi juga saling direbutkan untuk menjadi sinyal frekuensi.
A.  Spektrum Frekuensi :Besaran masing-masing jenis frekeunsi radio disebut Spektrum Frekuensi Radio , yaitu sebagai berikut
  • Middle Frekuensi (MF) : 300 – 3.000 KHz : (Banyak digunakan dalam radio siaran swasta niaga)
  • High Frekuensi (HF) : 3 – 30 MHz (banyak dipakai untuk hubungan ke tempat yang jauh/ terpencil.)
  • Very High Frekeunsi (VHF) : 30  – 300 MHz (banyak digunakan untuk kepentingan hubungan jarak dekat)
  • Ultra High Frekuensi (UHF) : 300 – 3.000 MHz (banyak digunakan untuk kepentingan hubungan jarak dekat)
  • Super High Frekuensi (SFH) : 3 – 30 GHzv (banyak digunakan untuk tererstrial dan satelit )
  • Extremely High Frekuensi (EHF) : 30 – 300 GHz (banyak digunakan untuk tererstrial dan satelit )
B.  Karakteristik Spektrum Frekuensi
Sistem Transmisi Radio HF
  • Gelombang Radio HF biasanya digunakan untuk hubungan jarak jauh misalnya hubungan antar pulau. Dengan sistem ini satu saluraan dapat digunakan untuk 4 percakapan sekaligus tanpa saling mengganggu.
  • Gelombang radio HF merambat melalui udara dan kemudian dipantulkan kembali ke bumi melalui lapisan ionosfer.  Jarak dua terminal bisa mencapai lebih dari 1500 Km untuk satu hop.
  • Sistem ini daya jangkauannya sangat jauh tetapi membutuhkan daya pancar yang kuat sehingga dibutuhkan sumberdaya listrik yang banyak. Oleh karena itu biasanya tidak beroperasi 24 jam
Sistem Radio Transmisi VHF/UHF
  • Sistem VHF bekerja pada frekuensi 30 – 300 MHz, dan untuk UHF dengan frekuensi 300 – 3000 MHz.
  • Sistem VHF ini berhubungan dengan cara line of sight (saling bercermin), artinya kedua tempat dimaksud harus saling melihat sesamanya tanpa ada penghalang.
  • Sistem UHF mempunyai kapasitas salur yang lebih besar dibanding VHF. Di negara kita sistem ini dipakai untuk menghubungkan Surabaya dengan Banjarmasin melalui jalur tropocaster. Disebut tropocaster karena pancaran gelombangnya dipancarkan oleh saluran troposfer (atmosfer terbawah bumi kita).
Sistem Radio Transmisi SHF
  • Sistem ini biasa disebut juga sistem Gelombang Mikro (Microwave). Disebut gelombang mikro karena menggunakan panjang gelombang yang sangat pendek. Sistem ini hanya menjangkau 50 – 70 Km, sehingga diperlukan repeater-repeater  untuk menghubungkannya.
  • Contoh : Terminal Gelombang Mikro Jakarta – Medan dengan jarak 2.300 Km memerlukan repeater sebanyak 56 buah.
  • Di Indonesia dikenal memiliki Sistem Gelombang Mikro Nusantara, yang meliputi :
  1. Gelombang Mikro Trans Sumatera
  2. Gelombang Mikro Jawa – Bali
  3. Gelombang Mikro Indonesia bagian Timur
C.  Kelebihan dan Kekurangan
Gelombang Radio HF
Kelebihan
  • Dapat menjangkau jarak yang kauh
  • Dapat melewati laut, gurun, tandus, hutan belantara,
  • Dapat melintasi daerah rawan
  • Kapasitas lebih besar dibanding saluran fisik
Kekurangan
  • Tidak dapat beroperasi selama 24 jam
  • Mudah terganggu oleh keadaan cuaca
  • Kualitas percakapan kurang bisa diandalkan
  • Kapasitas Kecil
Gelombang Mikro
Kelebihan
  • Kemampuan salur yang besar dibanding HF
  • Keandalan Tinggi tidak terpengaruh oleh cuaca
  • Memungkinkan disalurkannya percakapan SLJJ
  • Fleksibilitas Tinggi
  • Repeater dapat dikendalikan tidak perlu dijaga oleh tenaga teknis
Kekurangan
  • Jarak jangkau lebih pendek dibanding HF
  • Membutuhkan saluran repeater yang banyak
  • Lokasi repeater sering terpencil dan sukar dicapai
  • Membutuhkan penelitian site yang tepat lama dan sukar
  • Perambatan gelombangnya mudah terpengaruh oleh gunung
METODE DUPLEXING

METODE DUPLEXING

Ada 3 metode duplexing :
    
1.      FDD ( frekuensi defition duplexing)
    Pentransmisian komunikasi secara uplink dan downlink menggunakan frekuensi yang berbeda. Jarak antara frekuensiuplink dan downlink disebut dengan duplex distance.
Contoh sistemnya: 1G, GSM.
     2.      TDD (time ditition duplexing)
     Pentransmisian komunikasi secara uplink dan downlinkmenggunakan frekuensi yang sama dalam waktu yang berbeda. Terdapat switch waktu yang sangat cepat antara komunikasi uplinkdan downlink, sehingga pengguna masih bisa merasakan komunikasi secara kontinyu.
Contoh sistemnya: GSM.
     
    3.      WDD (wave-length difition duplexing)
   Salah satu teknologi duplexing dalam komunikasi serat optik yang bekerja dengan membawa sinyal informasi yang berbeda pada satu serat optik dengan menggunakan panjang gelombang (warna) cahaya laser yang berbeda. Dengan ini dapat meningkatkan kapasitas dan memungkinkan komunikasi dua arah pada satu serat optik.



Pengikut